STOK DARAH TRANSFUSI PADA BULAN RAMADHAN

Penulis : dr.Rachmawati Adiputri. Muhiddin, SpPK (K

Indikasi transfusi darah adalah untuk meningkatkan transport oksigen, mengatasi defisiensi faktor-faktor  pembekuan, dan memulihkan kebutuhan komponen darah lainnya yang dibutuhkan pasien. Selain itu di rumah sakit kebutuhan darah transfusi juga untuk persiapan operasi sebagai  antisipasi bila pada tindakan operasi terjadi perdarahan.

Pelayanan darah di rumah sakit, khususnya di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo (RSWS) dikelola oleh Bank Darah Rumah Sakit (BDRS). Bank Darah Rumah Sakit  sesuai tupoksi menyiapkan stok kebutuhan darah transfusi. Bank Darah Rumah Sakit  menerima stok darah dari Unit Transfusi Darah yang bekerja sama dengan pihak rumah sakit. Bank Darah Rumah Sakit  (RSWS) setiap bulan mengajukan permohonan kebutuhan darah ke Unit Pelaksanan Tugas Transfusi Dinkes Provinsi Sulawesi Selatan (UPT-Transfusi) sesuai analisa kebutuhan darah, sehingga UPT-Transfusi secara rutin mengantarkan kebutuhan darah transfuse ke RSWS.

Kemampuan UPT-Transfusi, memenuhi kebutuhan darah transfusi di RSWS makin meningkat, sejalan dengan tersedianya fasilitas dan peralatan yang canggih. Selain itu juga peningkatan managemen dalam mengelola donor sukarela sehingga proesentase kebutuhan darah transfuse yang terpenuhi di RSWS makin hari makin meningkat, meskipun belum mencapai target 100%.

Upaya managemen RSWS untuk mencapai target 100% kebutuhan darah transfusi dilakukan dengan membuat nota kesepakatan kerja sama dengan pihak Palang Merah Indonesia (PMI)  cabang Makassar, dan pengelolaan system rujukan pelayanan darah secara on line ( SI MERAH). Pada simerah, stok darah di UTD maupun di PMI dapat digambarkan, sehingga dapat memudahkan pasien dan mempercepat  alur system pelayanan darah transfusi yang dirujuk ke PMI.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah bagi umat Islam. Ibadah utama yang dilakukan umat Islam pada bulan Ramadhan adalah shaum/berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Secara syari’at tidak ada larangan untuk mendonorkan darah pada saat menjalankan ibadah puasa,  tetapi karena kondisi fisik selama berpuasa membuat donor sukarela enggan melakukan donor darah.

Antisipasi yang dilakukan pihak UPT-Transfusi, untuk memenuhi kebutuhan darah selama bulan Ramadhan adalah meningkatkan kegiatan donor darah sebelum memasuki bulan Ramadhan, tetapi karena kegiatan tindakan medis, operasi dan kebutuhan darah transfusi  di rumah sakit pada bulan Ramadhan tidak berkurang secara signifikan, sehingga kebutuhan darah transfusi selama bulan Ramadhan dan pada awal bulan Syawal sering tidak terpenuhi, bahkan terkadang stok darah kosong baik di UPT-Transfusi maupun di PMI. Jejaring donor UPT- Transfusi dan Lingkar donor dari PMI juga merupakan alternative pemecahan masalah, meskipun seperti halnya donor lainnya sebagian besar donor sukarela yang mayoritas umat Islam enggan melakukan donor selama bulan Ramadhan. Pelayanan donor darah pada malam hari di bulan Ramadhan merupakan alternative pemecahan masalah, tetapi karena pada malam hari juga merupakan saat pelaksaan ibadah tarwih bagi umat Islam, sehingga jumlah pendonor pada malam hari di bulan Ramadhan juga belum dapat mencukupi seluruh kebutuhan darah transfusi.

Pada keadaan stok darah transfusi kosong, maka keterlibatan keluarga pasien sangat dibutuhkan. Donor keluarga menjadi jalan keluar dari masalah tersebut. Dibutuhkan edukasi bagi keluarga pasien yang mempunyai golongan darah sama dengan pasien yang bersangkutan, untuk bersedia mendonorkan darahnya demi keselamatan keluarga. Bagi pasien rujukan yang kebetulan tidak mempunyai keluarga, maka data lingkar donor, atau jejaring donor yang non muslim juga dapat menjadi alternative pemecahan masalah. Meskipun populasi nya lebih sedikit tetapi dapat menjadi alternative penyelesaian masalah. Tindakan operasi elektif sebaiknya dilakukan sebelum  atau sesudah bulan Ramadhan, sehingga stok darah transfuse dikhususkan bagi tindakan penanganan terapi / operasi cito

Indikasi transfusi darah adalah untuk meningkatkan transport oksigen, mengatasi defisiensi faktor-faktor  pembekuan, dan memulihkan kebutuhan komponen darah lainnya yang dibutuhkan pasien. Selain itu di rumah sakit kebutuhan darah transfusi juga untuk persiapan operasi sebagai  antisipasi bila pada tindakan operasi terjadi perdarahan.

Pelayanan darah di rumah sakit, khususnya di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo (RSWS) dikelola oleh Bank Darah Rumah Sakit (BDRS). Bank Darah Rumah Sakit  sesuai tupoksi menyiapkan stok kebutuhan darah transfusi. Bank Darah Rumah Sakit  menerima stok darah dari Unit Transfusi Darah yang bekerja sama dengan pihak rumah sakit. Bank Darah Rumah Sakit  (RSWS) setiap bulan mengajukan permohonan kebutuhan darah ke Unit Pelaksanan Tugas Transfusi Dinkes Provinsi Sulawesi Selatan (UPT-Transfusi) sesuai analisa kebutuhan darah, sehingga UPT-Transfusi secara rutin mengantarkan kebutuhan darah transfuse ke RSWS.

Kemampuan UPT-Transfusi, memenuhi kebutuhan darah transfusi di RSWS makin meningkat, sejalan dengan tersedianya fasilitas dan peralatan yang canggih. Selain itu juga peningkatan managemen dalam mengelola donor sukarela sehingga proesentase kebutuhan darah transfuse yang terpenuhi di RSWS makin hari makin meningkat, meskipun belum mencapai target 100%.

Upaya managemen RSWS untuk mencapai target 100% kebutuhan darah transfusi dilakukan dengan membuat nota kesepakatan kerja sama dengan pihak Palang Merah Indonesia (PMI)  cabang Makassar, dan pengelolaan system rujukan pelayanan darah secara on line ( SI MERAH). Pada simerah, stok darah di UTD maupun di PMI dapat digambarkan, sehingga dapat memudahkan pasien dan mempercepat  alur system pelayanan darah transfusi yang dirujuk ke PMI.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah bagi umat Islam. Ibadah utama yang dilakukan umat Islam pada bulan Ramadhan adalah shaum/berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Secara syari’at tidak ada larangan untuk mendonorkan darah pada saat menjalankan ibadah puasa,  tetapi karena kondisi fisik selama berpuasa membuat donor sukarela enggan melakukan donor darah.

Antisipasi yang dilakukan pihak UPT-Transfusi, untuk memenuhi kebutuhan darah selama bulan Ramadhan adalah meningkatkan kegiatan donor darah sebelum memasuki bulan Ramadhan, tetapi karena kegiatan tindakan medis, operasi dan kebutuhan darah transfusi  di rumah sakit pada bulan Ramadhan tidak berkurang secara signifikan, sehingga kebutuhan darah transfusi selama bulan Ramadhan dan pada awal bulan Syawal sering tidak terpenuhi, bahkan terkadang stok darah kosong baik di UPT-Transfusi maupun di PMI. Jejaring donor UPT- Transfusi dan Lingkar donor dari PMI juga merupakan alternative pemecahan masalah, meskipun seperti halnya donor lainnya sebagian besar donor sukarela yang mayoritas umat Islam enggan melakukan donor selama bulan Ramadhan. Pelayanan donor darah pada malam hari di bulan Ramadhan merupakan alternative pemecahan masalah, tetapi karena pada malam hari juga merupakan saat pelaksaan ibadah tarwih bagi umat Islam, sehingga jumlah pendonor pada malam hari di bulan Ramadhan juga belum dapat mencukupi seluruh kebutuhan darah transfusi.

Pada keadaan stok darah transfusi kosong, maka keterlibatan keluarga pasien sangat dibutuhkan. Donor keluarga menjadi jalan keluar dari masalah tersebut. Dibutuhkan edukasi bagi keluarga pasien yang mempunyai golongan darah sama dengan pasien yang bersangkutan, untuk bersedia mendonorkan darahnya demi keselamatan keluarga. Bagi pasien rujukan yang kebetulan tidak mempunyai keluarga, maka data lingkar donor, atau jejaring donor yang non muslim juga dapat menjadi alternative pemecahan masalah. Meskipun populasi nya lebih sedikit tetapi dapat menjadi alternative penyelesaian masalah. Tindakan operasi elektif sebaiknya dilakukan sebelum  atau sesudah bulan Ramadhan, sehingga stok darah transfuse dikhususkan bagi tindakan penanganan terapi / operasi cito. (Adm, Promkes 2019)

Submitted by administrator on 2019-08-29 13:09:13