PEROKOK AKTIF DAN PEROKOK PASIF

Penulis : Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit 

Setiap anggota keluarga tidak boleh merokok. Rokok ibarat pabrik bahan kimia. Dalam satu batang rokok yang dihisap akan dikeluarkan sekitar 4.000 bahan kimia berbahaya, diantaranya yang paling berbahaya adalah Nikotin, Tar, dan Carbon monoksida (CO). Nikotin menyebabkan ketagian dan merusak jantung dan aliran darah.Tar menyebabkan kerusakan sel paru paru dan kanker. Gas CO menyebabkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen, sehingga sel-sel tubuh mati.

Perokok Aktif adalah orang yang mengkonsumsi rokok secara rutin dengan sekecil apapun walaupun itu Cuma 1 batang dalam sehari. Atau orang yang menghisap rokok walau tidak rutin sekalipun atau hanya sekedar coba-coba dan cara menghisap rokok Cuma sekedar menghembuskan asap walau tidak diisap masuk ke dalam paru-paru.

Perokok Pasif adalah orang yang bukan perokok tapi menghirup asap rokok orang lain atau orang yang berada dalam satu ruangan tertutup dengan orang yang sedang merokok. Rumah merupakan tempat berlindung, termasuk dari asap rokok. Perokok pasif harus berani menyuarakan haknya tidak menghirup asap rokok

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, yang menjadi kebutuhan dasar derajat kesehatan masyarakat, salah satu aspeknya adalah “ tidak ada anggota keluarga yang merokok”. Sedangkan PHBS harus menjadi kewajiban dan para kader kesehatan untuk mensosialisasikannya . Setiap kali menghirup asap rokok baik sengaja maupun tidak, berarti juga mengisap lebih dari 4.000 macam racun. Karena itulah, merokok sama dengan memasukkan racun-racun tadi kedalam rongga mulut dan tentunya paru-paru. Merokok menganggu kesehatan, kenyataan ini tidak dapat kita pungkiri. Banyak penyakit telah terbukti menjadi akibat buruk merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung.Kebiasaan Merokok bukan saja merugikan si perokok, tetapi juga bagi orang disekitarnya. Saat ini jumlah perokok, terutama perokok remaja terus bertambah , khususnya di negara-negara berkembang. Keadaan ini merupakan tantangan berat bagi upaya peningkatan derajat kesehatan dunia (WHO) telah memberikan peringatan bahwa dalam dekade 2020-2030 tembakau akan membunuh 10 juta orang pertahun, 70 % di antaranya terjadi di negara-negara berkembang

Submitted by administrator on 2019-09-03 09:54:05