MENTAN KUNJUNGI PASIEN KORBAN BENCANA PALU-DONGGALA DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR

 

Makassar, 05/10 - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengunjungi RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makasar guna menjenguk korban bencana gempa dan tsunami Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (04/18).

Ia pun memastikan akan memberikan dana sosial sebesar Rp 250 juta bagi RS Wahidin. "Kita titip di rumah sakit ini sebesar Rp 250 juta. Hari ini juga kita akan jemput 1.600 pengungsi lagi dari Donggala dan Palu. Ini sesuai arahan Bapak Jokowi untuk menolong teman-teman," tuturnya.

Amran turut menyampaikan duka cita kepada beberapa korban gempa Donggala yang terdampak dan dirawat di rumah sakit ini. "Kita prihatin sekali tadi ada satu anak SMA kehilangan kedua kakinya. Kita sangat berduka. Karena duka Donggala duka kami semua," ungkapnya.

Dia menuturkan, sekitar 100 orang korban gempa Donggala terdaftar sebagai pasien RS Wahidin hingga hari ini. "Laporan tadi 100 sampai 150 lebih. Ya kurang lebih  oranglah tapi pasti bertambah lagi," ujarnya.

Sebagai informasi, Kementerian Pertanian (Kementan) hari ini mengirimkan 500 truk bantuan logistik senilai Rp 25 miliar ke Palu dan Donggala. Bantuan tersebut dalam bentuk makanan dan juga minuman.

"500 truk senilai Rp 25 miliar. Barusan bertambah lagi Rp 500 juta. Ini dalam bentuk makanan, kita kirimkan ke palu hari ini," ungkapnya.

Oleh sebab itu, Mentan Amran dipastikan akan berangkat ke Palu esok hari guna mencermati pendistribusian pasokan logistik itu langsung dari Donggala.

"Insha Allah besok ke Palu, kita akan monitor bantuan 500 truk ini apakah sudah sampai apa belum. Supaya terdistribusi dengan baik," jelasnya.

Dalam kunjungannya, Mentan ditemani oleh beberapa rombongan pejabat yang lain. Seperti rombongan Komisi IX DPR RI, rombongan Pemprov Sulsel, rombongan Pemkot Makassar, dan Staf Ahli Kepresidenan RI.

Para rombongan disambut dan diterima oleh Direktur Utama RS Wahidin Dr. dr. Khalid Saleh di gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk melihat langsung kondisi pasien dan selanjutnya bergerak menuju ruang perawatan Pusat Jantung Terpadu (PJT) Lt. 4 untuk menyambangi pasien-pasien lainnya.

Tak lama setelah itu, para rombongan bertolak menuju Pelabuhan Makassar untuk menyambut para pengungsi yang menurut informasi akan datang sebanyak 1.700 orang yang akan disebar ke beberapa tempat pengungsian yang ada di Kota Makassar dan sekitarnya. (Rep. ADHI)

 

 

 

Submitted by administrator on 2018-10-05 07:53:43