PENDAMPINGAN RENCANA PELAKSANAAN KSO, ITJEN: RUMAH SAKIT JANGAN SAMPAI RUGI

Kamis, 18/10 – RSUP Dr Wahididn Sudirohusodo Makassar kembali melakukan pertemuan dengan seluruh pejabat struktural dan fungsional serta tim KSO dalam rangka pendampingan pelaksanaan Kerjasama Operasional (KSO) bertempat di gedung Auditorium Pusat Jantung Terpadu (PJT) Lt. 7. Acara yang rencananya dilaksanakan selama dua hari ini mulai tanggal 18-19 Oktober 2018, dibuka oleh Direktur Umum dan Operasional dr. Sriwati Palaguna, Sp. A, M. Kes, Kamis (18/10).

Pendampingan ini diisi langsung oleh tim dari Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Menurutnya, pengelolaan aset pada BLU harus sesuai dengan PMK 136.05/2018. Saat ini Ditjen Yankes belum mengeluarkan kebijakan dan pedoman operasional sebagai pelaksanaan pengelolaan aset BLU yang akan di KSO kan, kata ketua Tim Itjen Dede Sunardi, SH, MM.

"Tujuan perlunya pedoman agar supaya ada kesamaan persepsi sesama UPT. Kalau sudah ada, nanti kita integrasikan. Karena pengendalian dan pengawasan ada pada setiap BLU, lihat pasal 45, 46, dan 47. Dimana hal tersebut merupakan domain pimpinan BLU bahwa setelah 2 tahun berlalu, wajib mengacu pada PMK 136 ini,” jelasnya.

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa penerapan PMK 136 ini untuk mengukur nilai ekonomis dan efektifitas KSO terssebut. Seperti KSO tanah, bangunan dan gedung.  Sebab saat ini banyak yang sudah di KSO kan namun tidak banyak keuntungan yang didapatkan RS, melainkan kerugian dan justru pihak mitra yang diuntungkan padahal seharusnya sama,”ungkapnya

"Pengelolaan asset BLU dilaksanakan berdasarkan analisis dan kajian terlebih dahulu Break Event Point  (BEP) nya oleh tim KSO. Tim Monev harus mengevaluasi yang meliputi aspek teknis, aspek keuangan dan aspek hukum secara berkala,” paparnya.

Selepas break, tim dari Itjen Yankes melakukan kembali pertemuan terbatas dengan tim KSO untuk membahas tentang mekanisme KSO yang ada di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. (Rep. NA/AM)

Submitted by administrator on 2018-10-19 08:18:27