HALAL BI HALAL KELUARGA BESAR RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR

     

Makassar, 10/6 – Halal bi Halal merupakan momen silaturrahim yang sudah menjadi tradisi ummat Islam pasca merayakan lebaran.  Halal bi Halal salah satu ajang untuk saling bermaaf-maafan, merajut kembali persaudaraan (ukhuwah) yang lebih akrab diantara sesama kita. Rasa sakit hati yang pernah timbul, akan musnah kalau kita saling mengikhlaskan dan melupakan perbuatan yang lalu. Bulan puasa yang telah kita lewati selama sebulan memberikan pelajaran bagaimana kita mampu meredam segala hawa nafsu baik perkataan maupun segala tingkah laku. Dalam suasana lebaran Idul Fitri saatnya kita kembali kepada yang fitrah demi melangkah bersama untuk kemajuan bersama tentunya, kata Dr. dr. Khalid Saleh, SpPD-KKV, FINASIM, M.Kes Direktur Utama RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar saat memberikan sambutan (10/6/19). 

Berjabat tangan  dapat menghilangkan rasa dendam, sebagai penawar hati yang luka, harus dilaksanakan dengan penuh keakraban. Selain tangan bertemu tangan, harus diikuti mata saling memandang, lisan saling mendoakan dan hati saling mencintai,” paparnya dihadapan seluruh tamu dan undangan serta karyawan yang hadir memadati Auditorium Pusat jantung Terpadu Lt. 7 RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Selama bulan Ramadhan kita sekalian melaksanakan segala tuntutan Allah sesuai dengan kesucian bulan itu sendiri, berarti kita telah membakar dosa, membakar noda, kita telah menggilas habis-habisan segala nafsu syaithaniyah.  Maka inilah saatnya kita mengisi kesucian hati kita ini dengan amal shalih,” tuturnya.

Olehnya itu saya pribadi menyampaikan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin, semoga semua amal baik kita pahalanya dilipat gandakan oleh Allah dan segala khilaf dan dosa mendapat magfirah dari Allah Azza Wajalla, “ ucapnya.  

Halal bi halal secara syariah memang tidak ada dalil yang khusus dalam Al Qur’an dan Hadits. Namun halal bi halal hanyalah sebuah tradisi atau kebiasaan orang Indonesia untuk berkumpul setelah lebaran yang tidak bertentangan dengan syariat. Halal bi halal hanyalah merupakan sarana untuk berkumpul untuk saling bersilaturrahim.  Salah satu hikmah dengan adanya  halal bi halal, Insya Allah kita termasuk orang yang menyambung tali silaturrahim atau kasih sayang, hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Badrussalam Syamsuddin, MA selaku pembawa hikmah halal bi halal.

Menjalin silaturrahim bukan hanya kepada ummat islam saja, melainkan kepada seluruh manusia tanpa membedakan agama, suku, ras, budaya, strata sosial maupun jenis kelamin. Karena siapa yang menyambung tali silaturrahim atau kasih sayang maka Allah akan melimpahkan kasih sayangnya kepada kita, “tuturnya. (Rep. AM)

 

Submitted by administrator on 2019-06-11 06:52:00